Lebih baik jadi karyawan atau entrepreneur?. Coba Anda pikir matang-matang dan Anda putuskan
sendiri. Apa jawaban untuk pertanyaan tersebut, apakah sudah ada keputusannya?.
ShowmeOut menebak bahwa jawaban Anda adalah
enakan menjadi karyawan karena kalo mau jadi entrepreneur butuh modal? Benar?. Apabila
demikian, maka jawaban ini sudah sangat umum. Modal usaha menjadi pokok utama
bagi mereka yang hendak memulai usaha namun Anda langsung mengurungkan niatan
untuk usaha. Padahal, melihat Anda mempunyai niat dan akan mulai berusaha (action) adalah modal awal atau langkah
awal untuk menentukan seberapa besar Anda dalam pengorbanan sesuatu yang Anda
inginkan. Akan tetapi, tidak sedikit yang beranggapan bahwa menjadi
entrepreneur tidak serta merta dengan modal. Banyak yang mematahkan bahwa modal
bukanlah kendala awal dalam memulai berbisnis akan tetapi seberapa niat dan
fokus Anda dalam merencanakan, melakukan, mengevaluasi dan mempertahankan suatu
bisnis Anda. Padahal, kalau Anda jeli, Anda akan menemukan beberapa peluang
usaha yang tanpa harus mengeluarkan modal besar dalam membuka usaha/berbisnis. Ada contohnya...
Berbicara modal usaha memang menjadi dasar
pertimbangan banyak orang untuk memulai berbisnis. Ini disebabkan pada mindset orang kebanyakan bahwa berbisnis adalah langsung menghasilkan
uang tetapi mereka tidak memikirkan bagaimana produknya mau dijual, dengan cara
bagaimana, ke siapa produk itu mau dijual, dengan harga jual berapa produk itu
dipasarkan dan beberapa lain lagi. Ini menjadi peran penting dalam strategi
pemasaran. Apabila Anda salah menstrategikan pemasaran, otomatis produk Anda
tidak akan bertahan lama di pasaran dan akhirnya Anda akan pasrah karena tidak
menghasilkan untung, bahkan lama-lama tidak balik modal dan akhirnya bangkrut. Akhirnya
Anda mempunyai pemikiran yang sia-sia atas usaha Anda dalam menjalankan suatu
usaha dan uang Anda hilang tanpa mendapatkan untung sesuai dengan ekspektasi
Anda. Anda Trauma!!
Dari penjelasan kasus tersebut seharusnya Anda
lebih berfikir lagi tentang ruginya usaha baru Anda. Anda harus mengevaluasi
apa dan mengapa atas usaha Anda yang gagal. Apabila Anda menemukan beberapa
diantaranya, maka anda akan berpikir tentang memahami kebutuhan atau keinginan
pasar. Ini menjadi mutlak apabila ada permintaan maka ada penawaran dan disini
Anda berperan menciptakan produk untuk ditawarkan atas permintaan tersebut namun
apabila Anda tidak mengikuti kebutuhan pasar, kemungkinan besar akan susah. Akan
tetapi ada kemungkinan kecil Anda akan mendapat pasar asalkan produk Anda
mempunyai keunikan, mempunyai nilai dan lain-lainnya asalkan Anda mampu membuat
suatu inovasi suatu produk.
Melihat runtutan proses dalam berbisnis,
kemungkinan besar Anda akan menyerah. Hal ini didasar melihat seberapa besar
usaha, ketelitian, waktu dan fokus dalam menjalankannya bahwa Anda tidak mampu
karena beberapa alasan yang tidak mendukung Anda. Dan disinilah, SEBERAPA
KEBERANIAN ANDA UNTUK MEMULAI BERBISNIS?.
Ukuran awal untuk menentukan sebuah bisnis tidak
diukur dari bentuknya namun Anda mampu mengolah produk menjadi bernilai dan
tentunya mampu menghasilkan keuntungan bagi Anda.
ShowmeOut akan memberikan gambaran untuk
membuat Anda lebih berani lagi untuk memulai usaha. Dengan Anda memulai usaha
sekarang, maka Anda akan mulai menjadi orang kaya. Apalagi peluang usaha dan market yang cukup luas dan tentunya Anda
siap mengadapi pasar ASEAN. Berikut contoh sederhananya :
Apabila Anda
seorang mahasiswa yang aktif di organisasi maka Anda beruntung karena Anda
mempunyai komunitas dan ini merupakan jejaring Anda dalam memasarkan produk dan
ini merupakan langkah awal. Setidaknya Anda telah mempunyai pangsa pasar dan
segmentasi dikomunitas Anda. Dengan demikian secara tidak langsung produk Anda
akan dikenal oleh komunitas Anda dan akan dipasarkan secara mulut ke mulut. Dan
ini adalah branding Anda dengan tidak mengeluarankan biaya untuk branding atau
promosi. Anda juga dapat melakukan hal ini ke komunitas lain atau pasa luar
Anda, baik dari sosial media, forum, blog, atau media lain.
Trus produk
apa yang dijual? ShowmeOut ambil
contoh sepatu. Anda disini tanpa mengeluarkan uang sepeserpun sebab Anda disini
menjadi resseler. Reseller adalah menjual kembali produk dari produsen dengan
mengambil keuntungan sebesar 30% (atau menyesuaian dari Anda sendiri, tetapi
secara umum itu 30%). Langkah awal yang Anda lakukan adalah Anda berani
melakukan survey produk ditiap toko/distributor dengan melihat harga yang lebih
murah dari pasaran. Anda menanyakan segala informasi yang anda butuhkan untuk
rencana penjualan dari anda.
Setelah anda
mendapatkan produk-produk yang anda tawarkan, lalukan promosi melalui media
sosial, forum atau sejenisnya, disini Anda hanya bermodalkan gadget. Kemudian apabila
ada yang berminat, Anda tinggal menghubungi toko/distributor untuk segera
melakukan pemesanan setalah calon konsumen melakukan transfer ke rekening Anda
(sudah termasuk keuntungan yang anda inginkan) dan anda segera melakukan
pembayaran sesuai harga kesepakatan antara anda dengan distributor/toko dan
lakukan transfer. Bagaimana dengan biaya ongkos kirim? Ongkos kirim ditanggung
oleh calon konsumen. Jadi, anda membayar ke distributor atau toko dari harga
jual sepatu ditambah biaya ongkos kirim. Disini anda tanpa harus ke
toko/distributor untuk mengambil barang. Atau juga anda bisa melakukan sendiri
pengiriman sepatu tersebut ke calon konsumen dengan tanpa melakukan penambahan
biaya ongkos kirim ke distributor/toko. Anda juga harus melihat produk yang
akan dikirim ke calon konsumen, gunanya adalah untuk menjaga dan menghindari
kecatatan dari produk serta kepercayaan konsumen. Kepuasan konsumen adalah
nomor satu!. Biasanya kalo sudah terjalin dengan distributor/produsen/toko dan
saling percaya maka produk yang dikirimkan akan sesuai dengan permintaan kita
sebagai resseller. Ini juga bagian keuntungan dari toko/distributor/produsen
sepatu. Anda juga bisa melakukan perekrutan reseller namun anda harus ingat
bahwa apabila anda ingin mempunyai reseller dan anda juga sebagai resseller
maka keuntungan tidak boleh lebih besar atau reseler anda mempunyai keuntungan
biar produk yang dipasarkan mempunyai harga yang hampir sama dengan produk yang
sejenis.
Dengan demikian,
dengan keahlian dan kreativitas anda dalam memasarkan produk maka jaringan
pasar anda semakin luas. Dan disinilah peluang anda untuk menjadi salah satu
produsen karena secara tak langsung anda telah mempunyai mitra. Anda bisa
membuat produk dan brand dengan nama sendiri dan anda bisa memasarkan produk
anda dengan produk lainnya, dengan catatan apabila anda mau jadi produsen
sepatu.
Reseller contoh yang mudah dijalankan. Banyak yang
sukses berawal dari reseller.
Bagaimana dengan Anda? Berani?!!
0 komentar:
Posting Komentar