SEBERAPA BERANI SAYA UNTUK MEMULAI BISNIS?

Posted by SHOW ME OUT on Rabu, 16 Maret 2016

Lebih baik jadi karyawan atau entrepreneur?. Coba Anda pikir matang-matang dan Anda putuskan sendiri. Apa jawaban untuk pertanyaan tersebut, apakah sudah ada keputusannya?. ShowmeOut menebak bahwa jawaban Anda adalah enakan menjadi karyawan karena kalo mau jadi entrepreneur butuh modal? Benar?. Apabila demikian, maka jawaban ini sudah sangat umum. Modal usaha menjadi pokok utama bagi mereka yang hendak memulai usaha namun Anda langsung mengurungkan niatan untuk usaha. Padahal, melihat Anda mempunyai niat dan akan mulai berusaha (action) adalah modal awal atau langkah awal untuk menentukan seberapa besar Anda dalam pengorbanan sesuatu yang Anda inginkan. Akan tetapi, tidak sedikit yang beranggapan bahwa menjadi entrepreneur tidak serta merta dengan modal. Banyak yang mematahkan bahwa modal bukanlah kendala awal dalam memulai berbisnis akan tetapi seberapa niat dan fokus Anda dalam merencanakan, melakukan, mengevaluasi dan mempertahankan suatu bisnis Anda. Padahal, kalau Anda jeli, Anda akan menemukan beberapa peluang usaha yang tanpa harus mengeluarkan modal besar dalam membuka usaha/berbisnis. Ada contohnya...


Berbicara modal usaha memang menjadi dasar pertimbangan banyak orang untuk memulai berbisnis. Ini  disebabkan pada mindset orang kebanyakan bahwa berbisnis adalah langsung menghasilkan uang tetapi mereka tidak memikirkan bagaimana produknya mau dijual, dengan cara bagaimana, ke siapa produk itu mau dijual, dengan harga jual berapa produk itu dipasarkan dan beberapa lain lagi. Ini menjadi peran penting dalam strategi pemasaran. Apabila Anda salah menstrategikan pemasaran, otomatis produk Anda tidak akan bertahan lama di pasaran dan akhirnya Anda akan pasrah karena tidak menghasilkan untung, bahkan lama-lama tidak balik modal dan akhirnya bangkrut. Akhirnya Anda mempunyai pemikiran yang sia-sia atas usaha Anda dalam menjalankan suatu usaha dan uang Anda hilang tanpa mendapatkan untung sesuai dengan ekspektasi Anda. Anda Trauma!!

Dari penjelasan kasus tersebut seharusnya Anda lebih berfikir lagi tentang ruginya usaha baru Anda. Anda harus mengevaluasi apa dan mengapa atas usaha Anda yang gagal. Apabila Anda menemukan beberapa diantaranya, maka anda akan berpikir tentang memahami kebutuhan atau keinginan pasar. Ini menjadi mutlak apabila ada permintaan maka ada penawaran dan disini Anda berperan menciptakan produk untuk ditawarkan atas permintaan tersebut namun apabila Anda tidak mengikuti kebutuhan pasar, kemungkinan besar akan susah. Akan tetapi ada kemungkinan kecil Anda akan mendapat pasar asalkan produk Anda mempunyai keunikan, mempunyai nilai dan lain-lainnya asalkan Anda mampu membuat suatu inovasi suatu produk.


Melihat runtutan proses dalam berbisnis, kemungkinan besar Anda akan menyerah. Hal ini didasar melihat seberapa besar usaha, ketelitian, waktu dan fokus dalam menjalankannya bahwa Anda tidak mampu karena beberapa alasan yang tidak mendukung Anda. Dan disinilah, SEBERAPA KEBERANIAN ANDA UNTUK MEMULAI BERBISNIS?. 

Ukuran awal untuk menentukan sebuah bisnis tidak diukur dari bentuknya namun Anda mampu mengolah produk menjadi bernilai dan tentunya mampu menghasilkan keuntungan bagi Anda.

ShowmeOut akan memberikan gambaran untuk membuat Anda lebih berani lagi untuk memulai usaha. Dengan Anda memulai usaha sekarang, maka Anda akan mulai menjadi orang kaya. Apalagi peluang usaha dan market yang cukup luas dan tentunya Anda siap mengadapi pasar ASEAN. Berikut contoh sederhananya :

Apabila Anda seorang mahasiswa yang aktif di organisasi maka Anda beruntung karena Anda mempunyai komunitas dan ini merupakan jejaring Anda dalam memasarkan produk dan ini merupakan langkah awal. Setidaknya Anda telah mempunyai pangsa pasar dan segmentasi dikomunitas Anda. Dengan demikian secara tidak langsung produk Anda akan dikenal oleh komunitas Anda dan akan dipasarkan secara mulut ke mulut. Dan ini adalah branding Anda dengan tidak mengeluarankan biaya untuk branding atau promosi. Anda juga dapat melakukan hal ini ke komunitas lain atau pasa luar Anda, baik dari sosial media, forum, blog, atau media lain.

Trus produk apa yang dijual? ShowmeOut ambil contoh sepatu. Anda disini tanpa mengeluarkan uang sepeserpun sebab Anda disini menjadi resseler. Reseller adalah menjual kembali produk dari produsen dengan mengambil keuntungan sebesar 30% (atau menyesuaian dari Anda sendiri, tetapi secara umum itu 30%). Langkah awal yang Anda lakukan adalah Anda berani melakukan survey produk ditiap toko/distributor dengan melihat harga yang lebih murah dari pasaran. Anda menanyakan segala informasi yang anda butuhkan untuk rencana penjualan dari anda.

Setelah anda mendapatkan produk-produk yang anda tawarkan, lalukan promosi melalui media sosial, forum atau sejenisnya, disini Anda hanya bermodalkan gadget. Kemudian apabila ada yang berminat, Anda tinggal menghubungi toko/distributor untuk segera melakukan pemesanan setalah calon konsumen melakukan transfer ke rekening Anda (sudah termasuk keuntungan yang anda inginkan) dan anda segera melakukan pembayaran sesuai harga kesepakatan antara anda dengan distributor/toko dan lakukan transfer. Bagaimana dengan biaya ongkos kirim? Ongkos kirim ditanggung oleh calon konsumen. Jadi, anda membayar ke distributor atau toko dari harga jual sepatu ditambah biaya ongkos kirim. Disini anda tanpa harus ke toko/distributor untuk mengambil barang. Atau juga anda bisa melakukan sendiri pengiriman sepatu tersebut ke calon konsumen dengan tanpa melakukan penambahan biaya ongkos kirim ke distributor/toko. Anda juga harus melihat produk yang akan dikirim ke calon konsumen, gunanya adalah untuk menjaga dan menghindari kecatatan dari produk serta kepercayaan konsumen. Kepuasan konsumen adalah nomor satu!. Biasanya kalo sudah terjalin dengan distributor/produsen/toko dan saling percaya maka produk yang dikirimkan akan sesuai dengan permintaan kita sebagai resseller. Ini juga bagian keuntungan dari toko/distributor/produsen sepatu. Anda juga bisa melakukan perekrutan reseller namun anda harus ingat bahwa apabila anda ingin mempunyai reseller dan anda juga sebagai resseller maka keuntungan tidak boleh lebih besar atau reseler anda mempunyai keuntungan biar produk yang dipasarkan mempunyai harga yang hampir sama dengan produk yang sejenis.

Dengan demikian, dengan keahlian dan kreativitas anda dalam memasarkan produk maka jaringan pasar anda semakin luas. Dan disinilah peluang anda untuk menjadi salah satu produsen karena secara tak langsung anda telah mempunyai mitra. Anda bisa membuat produk dan brand dengan nama sendiri dan anda bisa memasarkan produk anda dengan produk lainnya, dengan catatan apabila anda mau jadi produsen sepatu.

Reseller contoh yang mudah dijalankan. Banyak yang sukses berawal dari reseller.

Bagaimana dengan Anda? Berani?!!

Blog, Updated at: 03.14.00

0 komentar:

Posting Komentar