Mengambil Keputusan, Bagaimana?

Posted by SHOW ME OUT on Jumat, 18 Maret 2016

Ada masalah/kasus pasti dibutuhkan solusi untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun terkadang kita dihadapkan pada suatu kebimbangan atau kebingungan dari kasus tersebut : jika a maka b, jika b maka c dan tanpa adanya solusi mulus untuk menyelesaikan dan dampak pasti timbul. Menimbang sebuah keputusan yang akan diambil terkadang dilema. Dilemanya karena sebenarnya kita masih dalam rasa takut dan mempunyai pikiran : jikalau bla bla bla, banyak spekulasi diri yang akhirnya memberatkan pikiran sendiri. Dan tanpa disadari terkadang kita bisa salah ambil keputusan.

Sebenarnya apabila mengambil sebuah keputusan atas dua pertimbangan pada kasus-kasus tersebut bisa dijalankan dan diambil dengan bijak dan arif asal kita mampu menerima sebuah konsekuesni. Akan tetapi, kita juga memikirkan bagaimana meminimalisirkan konsekuensi tersebut agar tidak salah besar dalam mengambil keputusan. Tentu, berbagai bahan pertimbangan, saran, refrensi atas pengalaman dan analisis yang mendalam kita sudah terima dan baca namun akhirnya kita menentukan sendiri. Bagaimana, apakah kita mengikuti atas bahan pertimbangan tersebut agar bisa membandingkan solusi yang ada? Tentu demikian. Namun yang pasti adalah meminimalisir dari konsekuensi yang ada.

Keputusan yang bersifat publik, tentu banyak yang harus dilihat dan dibutuhkan banyak studi ilmu supaya yang menjadi keputusan tentu berdampak baik. Namun demikian butuh hasil keputusan yang tepat, akurat, efisien, efektif dan mempunyai value atas keputusan tersebut karena keputusan tersebut akan berdampak pada publik sendiri. Ini juga berlaku disemua organisasi.

Hal serupa juga pada keputusan pribadi, namun ada perbedaan yang signifikan, yaitu pada hasil atas keputusan tersebut. Hasil dari sebuah keputusan sendiri berdampak pada diri sendiri dan tentu jangan sampai berdampak pada orang lain apabila hasil dari keputusan tersebut berdampak buruk dan berpengaruh orang lain. 

Ada dasar bagaimana kita mampu memutuskan pada sebuah keputusan didiri sendiri. Yaitu bagaimana kita mampu menerima atas kasus-kasus tersebut dan menjadikan bahan ajar kehidupan atau pengalaman buat kedepannya. Yakin adalah cara diri untuk mendapatkan semangat dan percaya dari sehingga tidak menimbulkan pemikiran yang buruk dan mempengaruhi keputusan yang diambil. Intinya kita yakin bahwasanya kita bisa. Sebagai catatan, sebagai manusia beriman tentu kita berdoa dan mengharapkan apa yang menjadi ekspektasi kita. Teliti dan jeli adalah bagian didalamnya sehingga mampu membaca secara detil permasalahan dan apa saja yang akan dibutuhkan dalam mengambil keputusan tersebut.


Blog, Updated at: 22.19.00

0 komentar:

Posting Komentar